Gorontalo.Kuytanda.com| GORONTALO – Memasuki awal Februari 2026, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, terus menunjukkan gaya kepemimpinan yang progresif dan disiplin. Sejak dilantik kembali pada Februari 2025 lalu, Adhan fokus pada tiga pilar utama: penataan infrastruktur, efisiensi anggaran, dan penguatan nilai religius di lingkungan pemerintahan.
Prioritas Infrastruktur dan Penataan Pemukiman
Salah satu gebrakan terbaru adalah rencana pemindahan pusat pemerintahan. Adhan menargetkan pembangunan Gedung Kantor Wali Kota yang baru di kawasan eks Terminal 42. Proyek strategis ini diharapkan menjadi pusat pelayanan publik yang lebih modern dan terintegrasi sebelum tahun 2029.
Selain itu, demi menjaga kenyamanan warga di kawasan padat penduduk, ia mengeluarkan kebijakan tegas terkait sanitasi lingkungan.
“Kami melarang adanya kandang ayam di tengah pemukiman warga. Usaha peternakan harus bergeser ke pinggiran kota agar kesehatan lingkungan terjaga,” tegasnya saat bersua dengan awak media ini Senin 02/02/2026
Efisiensi Anggaran dan Integritas Pejabat Dalam hal tata kelola keuangan, Adhan melakukan langkah tidak biasa dengan memangkas anggaran konsumsi rapat internal. Ia mengimbau para pejabat untuk lebih mandiri sebagai bentuk penghematan kas daerah.
Tak hanya soal uang, penguatan moral juga menjadi perhatian serius. Pada pelantikan pejabat Eselon II akhir Januari lalu, Adhan tetap mempertahankan tradisi uji kemampuan mengaji bagi pejabat Muslim.
Ia juga mewajibkan setiap ASN memasang foto keluarga di meja kerja sebagai pengingat emosional agar mereka menjauhi praktik korupsi demi nama baik keluarga.
Persiapan Ramadan 2026
Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Gorontalo mulai menyusun skema penataan lalu lintas dan ruang publik. Kawasan Pasar Sentral dan terminal rencananya akan dilakukan penutupan akses jalan pada jam-jam tertentu guna memberikan ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah berjamaah dengan lebih tenang dan khidmat.
Analisis Singkat: Gaya kepemimpinan Adhan Dambea di periode ini terlihat lebih menekankan pada aspek “pembangunan manusia” yang dibarengi dengan efisiensi birokrasi yang ketat.
Penulia: Ruslan Kono
Editor:Redaksi









