Kuytanda.com | KOTA GORONTALO – Dalam rangka menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ, Lembaga Pengabdian Umat (LPU) Sabililhuda Boki Owutango menggelar I’tikaf 10 Malam Terakhir dan Sahur Bersama di Masjid Sabililhuda Boki Owutango.
Acara ini diinisiasi oleh Ketua LPU, Dr. Adi Saputra, M.HI., yang juga merupakan dosen di IAIN Sultan Amai Gorontalo, dan koordinator kegiatan itikaf Mohamad Akbar Ibrahim, M.E yang juga sebagai dosen di politeknik kebangsaan Gorontalo dan bersama kawan-kawan LPU, serta didukung penuh oleh Ketua Takmirul Masjid Sabililhuda, Ustadz Rustam Yahya, S.Pd .
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfidz Taki Niode di bawah pimpinan Kyai Ihyauddin Jazimi, M.Pd, adapun kegiatan i’tikaf ini bertujuan untuk memperkuat ketakwaan, mencari malam Lailatul Qadar, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan umat.
I’tikaf, sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadhan, telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ sebagaimana disebutkan dalam hadis:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
“Rasulullah ﷺ selalu melakukan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Pada tahun wafatnya, beliau melakukan i’tikaf selama dua puluh hari.”(HR. Al-Bukhari No. 2026)
I’tikaf juga disebutkan dalam Al-Qur’an, di mana Allah SWT berfirman:
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“Dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.”(QS. Al-Baqarah [2]: 187)
Ketua Takmirul Masjid Sabililhuda, Ustadz Rustam Yahya, S.Pd, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan umat. Melalui i’tikaf dan sahur bersama, kita ingin menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan ini meliputi:
✔ Shalat Tahajud dan Qiyamul Lail berjamaah
✔ Kajian Islami yang dibarengi Ngopi bersama
✔ Dzikir dan Muhasabah diri secara sendiri-sendiri
✔ Doa bersama untuk keberkahan umat dan negara
✔ Momen santap sahur bersama sebagai ajang silaturahmi
✔ Kultum ceramah agama yang dilaksanakan sebelum subuh
✔ Membaca Al-Kuran, Dzikir menunggu Syruk berjamaah
✔ Penggalangan dana dan infak untuk fakir miskin dan santri tahfidz
Ketua LPU, Dr. Abd, Adi Saputra, M.HI., menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk syiar Islam dan pembinaan ruhani bagi masyarakat. “Dengan semakin banyaknya tantangan kehidupan modern, umat Islam membutuhkan tempat untuk menenangkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan merajut ukhuwah. I’tikaf adalah momentum terbaik untuk itu,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Taki Niode, Kyai Ihyauddin Jazimi, M.Pd., menegaskan bahwa generasi muda harus lebih banyak dilibatkan dalam kegiatan spiritual seperti ini. “Kami ingin para santri dan pemuda muslim lebih memahami esensi ibadah, bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai bentuk penghambaan yang mendekatkan diri kepada Allah serta memperkuat solidaritas sosial,” ungkapnya.
Sedangkan salah satu momen yang paling dinantikan dalam kegiatan ini adalah sahur bersama. Di sini, para peserta berbagi makanan, berdiskusi, dan memperkuat ikatan sosial. Makan sahur tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari sunnah yang penuh keberkahan, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”(HR. Al-Bukhari No. 1923)
Sahur bersama semangat kebersamaan semakin terasa, di mana jamaah dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan serta momen ini menjadi wadah untuk saling mengenal, berbagi inspirasi, dan memperkuat ikatan persaudaraan sesama muslim.
Kegiatan I’tikaf 10 Malam terakhir dan Sahur bersama di Masjid Sabililhuda Boki Owutango ini telah menjadi tradisi tahunan yang dinanti oleh masyarakat. dengan partisipasi aktif dari berbagai kalangan, mulai dari santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas.”bebernya
Harapannya i’tikaf ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga mampu membentuk karakter umat Islam yang lebih tawadhu, istiqamah dalam ibadah, serta memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Semoga keberkahan Ramadhan ini membawa perubahan positif bagi umat Islam di Gorontalo dan sekitarnya. Aamiin.”tutupnya***(Akbar)









