Resmikan Program “Kawan QRIS”,Bupati Sofyan Dorong Transformasi Digital di Desa

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.kuytanda.com |‎Limboto,Diskominfo— Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo resmi meluncurkan program “Kawan QRIS” (Kawasan Ramah Non Tunai, Semua Bisa QRIS) yang ditandai dengan peresmian secara simbolis oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, di Lapangan Bostar, Kecamatan Dungaliyo, Sabtu (26/7/2025).

‎‎Program ini merupakan langkah awal transformasi digital di lingkungan pedesaan, khususnya di Desa Pilolalenga dan Desa Kaliyoso. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, perwakilan Bank Indonesia, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta relawan digital yang turut mendukung pengembangan literasi keuangan digital di masyarakat desa.

‎Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia, khususnya kantor perwakilan Provinsi Gorontalo, atas kolaborasi yang terjalin dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat.

‎”Izinkan saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia. Ini bukan sekadar peresmian simbolis, tetapi awal dari transformasi yang akan membawa perubahan positif dan berkelanjutan di desa-desa kita,” ujar Bupati.

‎Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan di tengah era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat, apalagi pasca pandemi COVID-19 yang mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.

‎Bupati Sofyan menjelaskan bahwa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan inovasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat karena tidak memerlukan perangkat mahal. Cukup dengan smartphone dan aplikasi pembayaran digital, masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi, termasuk pelaku UMKM dan pedagang kecil, sudah dapat memanfaatkan layanan ini.

‎‎”QRIS adalah alat pembayaran yang inklusif. Ia tidak membedakan besar-kecilnya usaha, lokasi, atau latar belakang penggunanya,” kata Sofyan.

‎‎Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peluncuran “Kawan QRIS” di dua desa tersebut sebagai bukti bahwa desa-desa di Gorontalo mampu menjadi bagian dari transformasi digital nasional.

‎Pemerintah Kabupaten Gorontalo melihat program ini sebagai peluang besar untuk mendorong kemajuan desa, terutama dalam sektor ekonomi. Transaksi non tunai dinilai akan meningkatkan efektivitas bisnis UMKM, menciptakan transparansi, mengurangi risiko kehilangan uang, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan resmi.

‎”QRIS adalah gerbang menuju desa cerdas, desa berdaya, dan desa yang siap menghadapi masa depan,” tegas Bupati.

‎Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi digital di desa harus dimulai dari edukasi dan literasi yang berkesinambungan. Tantangan seperti keterbatasan akses internet dan rendahnya literasi keuangan harus dijawab dengan sinergi semua pihak.

‎Sofyan Puhi mengajak semua unsur masyarakat untuk turut ambil bagian dalam mendukung program ini. Ia mengimbau pemerintah desa, pengusaha, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, hingga tokoh masyarakat agar bersama-sama meningkatkan literasi digital dan keuangan di desa.

‎”Mari kita dorong pemuda desa menjadi agen digitalisasi. Mari kita latih UMKM untuk siap berdagang secara online dan menggunakan QRIS,” ajaknya.

‎Bupati juga menegaskan bahwa peresmian Kawan QRIS hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan fondasi yang harus diperkuat agar semakin banyak desa di Gorontalo bergabung dalam inisiatif serupa ke depan.

‎”Saya berharap tahun depan, lebih banyak desa yang akan menjadi bagian dari program ini. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, dan masyarakat, tidak ada yang tidak mungkin,” ucapnya optimistis.

‎Bupati Sofyan Puhi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari Bank Indonesia, para pemuda relawan digital, pelaku UMKM, hingga masyarakat Desa Pilolalenga dan Kaliyoso.

‎‎”Semoga langkah ini membawa kebaikan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Gorontalo,” tutupnya.

Berita Terkait

Sofyan Puhi Lantik 29 Pejabat Eselon II, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pejabat yang Bergeser
Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini
Sekda Sugondo: Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI
Gandeng DPD RI, Pemkab Gorontalo Pacu Pembangunan Hijau dan Kawasan Pesantren
Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global
Bupati Sofyan Puhi Resmikan Masjid Al Masyur di Desa Balahu
Bupati Sofyan Tinjau Kesiapan PLUT Lokasi Penyambutan Pejabat Kementerian Besok
Kecamatan Tibawa Jadi Pusat Inovasi “Lebe Gacor”, Bupati Gorontalo Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Stunting

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:07

Sofyan Puhi Lantik 29 Pejabat Eselon II, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pejabat yang Bergeser

Rabu, 16 September 2026 - 14:44

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 September 2026 - 12:17

Sekda Sugondo: Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI

Senin, 14 September 2026 - 18:38

Gandeng DPD RI, Pemkab Gorontalo Pacu Pembangunan Hijau dan Kawasan Pesantren

Minggu, 13 September 2026 - 18:28

Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:44

Ekonomi

Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:28