Gorontalo.kuytanda.com |Limboto,– Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menghadiri agenda Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipulhayat, di Provinsi Gorontalo.
Kunjungan ini dalam rangka peresmian Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Revitalisasi Tahun 2025 yang dipusatkan di SMPN 3 Telaga, Selasa (28/04/2026).
Mengawali sambutannya, Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latipulhayat menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat melalui prosesi adat Gorontalo yang diterimanya. Ia merasa sangat terhormat dalam kunjungan perdananya ke Bumi Serambi Madinah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa peresmian hasil revitalisasi ini merupakan perwujudan dari program Hasil Terbaik Tercepat. Hal ini menjadi langkah konkret dalam memperbaiki sarana pendidikan yang selama kurang lebih tiga dekade terakhir dinilai belum mendapatkan sentuhan perbaikan yang maksimal secara menyeluruh.
“Lewat Astacita, khususnya program utama keempat mengenai pembangunan Sumber Daya Manusia , kementerian menerjemahkannya dengan mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berorientasi pada kualitas. Revitalisasi sarana adalah pondasi dasar untuk mencapai mutu tersebut,” tegas Prof. Atip .
Adapun bantuan revitalisasi yang diresmikan di SMPN 3 Telaga mencapai nilai kurang lebih Rp1,4 Miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk lima menu pembangunan, di antaranya pembangunan laboratorium komputer, pembangunan fasilitas sanitasi toilet, serta rehabilitasi dua ruang kelas. Fasilitas ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan pendidikan di SMPN 3 Telaga yang kini tengah dipersiapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Provinsi Gorontalo, Kepala BPMP, Kepala Kantor GTK, Kepala Kantor Bahasa, Kadis Kominfo, hingga jajaran Kepala Sekolah dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo.
Peresmian ini menjadi simbol bangkitnya kualitas sarana pendidikan di daerah, sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam mencetak generasi emas melalui fasilitas sekolah yang layak dan representatif.









