Gorontalo.Kuytanda.com – BONE BOLANGO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone Bolango menggandeng mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Ary Ginanjar (UAG) dalam upaya mempercepat transformasi digital layanan zakat. Melalui program magang industri selama empat bulan, para mahasiswa akan mengembangkan berbagai inovasi digital, termasuk merancang aplikasi pembayaran zakat berbasis daring.
Program magang ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis industri yang bertujuan memperkuat kompetensi akademik mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan pelayanan publik di bidang pengelolaan zakat.
Kepala Program Studi Sistem Informasi UAG, Anggar Riskinanto, mengatakan kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja profesional, tetapi juga dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk mendukung pengembangan layanan Baznas Bone Bolango.
”Besar harapan kami agar permohonan magang ini dapat dipertimbangkan dan memberikan manfaat mutualisme. Untuk informasi lebih lanjut, kami siap berdiskusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di instansi,” ujar Anggar dalam Surat Permohonan Magang Program Studi Sistem Informasi UAG Nomor: 63/PRODI/SI/VII/2026 yang ditujukan kepada Ketua Baznas Bone Bolango.
Salah satu mahasiswa magang, Adhwa Sobah Al Amin F. Pakaya, yang merupakan mahasiswa semester tujuh sekaligus penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, menjelaskan bahwa fokus utama timnya adalah memperkuat ekosistem digital Baznas.
”Fokus utama kami selama empat bulan ini adalah digitalisasi, mulai dari pembenahan website resmi hingga pembuatan konten kreatif seperti short movie dan penguatan media sosial. Langkah ini penting untuk memperluas jangkauan edukasi zakat kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Naufal Ramadhan, mahasiswa semester tujuh asal Yogyakarta, mengungkapkan bahwa keinginannya mengikuti program magang di Baznas Bone Bolango didorong oleh semangat untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi daerah.
Ia menjelaskan, tahap awal program akan difokuskan pada penguatan website dan media sosial agar semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Baznas Bone Bolango.
”Setelah melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan, kami juga akan melakukan riset dan mengembangkan aplikasi khusus yang memudahkan para muzakki melakukan pembayaran zakat secara digital,” kata Naufal.
Ketua Baznas Bone Bolango, Faisal Pakaya, menyambut positif kehadiran mahasiswa Sistem Informasi UAG. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi teknologi di lingkungan Baznas, yang selama ini lebih banyak menerima mahasiswa magang dari bidang manajemen dan keagamaan.
”Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa magang dari jurusan Sistem Informasi UAG. Harapan kami, mereka mampu melahirkan berbagai terobosan digital, baik untuk mendukung dakwah maupun meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat secara modern,” ujar Faisal.
Selain mengerjakan proyek digitalisasi, para mahasiswa juga akan terlibat langsung dalam aktivitas operasional Baznas sebagai amil zakat. Mereka mengikuti berbagai kegiatan lapangan, termasuk penjemputan zakat dan infak di wilayah Suwawa Timur dan Suwawa Tengah.
Melalui kolaborasi ini, Baznas Bone Bolango berharap transformasi digital dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, UAG juga menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi informasi yang mumpuni, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta pengalaman nyata dalam membangun pelayanan publik berbasis digital.Caption foto yang lebih rapi:
Caption: Ketua Baznas Bone Bolango, Faisal Pakaya, didampingi Wakil Ketua I Syarifudin Kadir berfoto bersama dua mahasiswa magang Program Studi Sistem Informasi Universitas Ary Ginanjar (UAG) di Kantor Baznas Bone Bolango, Kamis (30/7/2026).









