Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO, Diskominfo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo kian memantapkan langkah sebagai tuan rumah ajang nasional melalui pencanangan penanaman perdana Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVII. Kegiatan ini digelar di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Senin (30/3/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi awal yang terukur untuk memastikan kesiapan Gorontalo dalam menyambut puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia pada Penas yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026.
Penanaman dilakukan di kawasan yang diproyeksikan sebagai pusat pameran pertanian berbasis hasil nyata (showcase farming). Komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan tanaman pangan lainnya mulai dibudidayakan sejak dini agar dapat dipanen tepat saat pelaksanaan kegiatan.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa konsep ini dirancang agar peserta tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung hasil pertanian Gorontalo.
“Ini bukan kegiatan simbolik. Kita sudah hitung siklus tanamnya. Tiga bulan ke depan sudah panen, sehingga saat Penas berlangsung, peserta bisa melihat langsung hasilnya. Ini bukti kesiapan dan keseriusan Gorontalo,” tegas Sofyan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Gorontalo atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Pemerintah daerah bersama provinsi telah mengambil berbagai langkah strategis, mulai dari penyiapan lahan gelar teknologi pertanian hingga berbagai kegiatan pendukung lainnya. Ini adalah kerja bersama untuk menyukseskan Penas KTNA XVII tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Sofyan, momentum ini diharapkan menjadi energi baru bagi para petani dan nelayan, khususnya di Kabupaten Gorontalo, untuk terus berkembang dan memperkuat komitmen pembangunan di sektor pertanian.
Penas KTNA XVII diperkirakan akan dihadiri sekitar 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang pertukaran inovasi dan teknologi, kegiatan ini juga membuka peluang besar bagi promosi potensi daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga tengah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. Sekitar 6.000 rumah warga disiapkan sebagai homestay dengan radius kurang lebih 7 kilometer dari lokasi utama.
“Kita ingin memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu. Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga melalui keramahan masyarakat Gorontalo sebagai tuan rumah,” tambah Sofyan.
Kegiatan pencanangan ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo, Kapolda Gorontalo, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD tingkat provinsi dan kabupaten.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan agenda nasional ini.
Sebagai ajang tiga tahunan, Penas KTNA menjadi ruang strategis bagi petani, nelayan, dan penyuluh untuk bertukar inovasi, memperluas jejaring, serta memperkuat kemitraan di sektor agribisnis.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Gorontalo tidak hanya siap menjadi tuan rumah, tetapi juga siap tampil sebagai etalase kemajuan pertanian Indonesia.









