Kuytanda.com | LIMBOTO – Dalam rangka evaluasi Capaian program, Puskesmas limboto gelar Mini lokakarya lintas sektor, Rabu 26 Februari,bertempat di aula kantor puskesmas Limboto.
Kegiatan yang dibuka kepala puskesmas Limboto, Dr. Nurhijah Pakaya tersebut turut dihadiri camat Limboto bersama lurah SE Kecamatan Limboto dan mitra sektoral bidang kesehatan.
Kepala puskesmas Limboto, DR..Nurhijah Pakaya, berharap dengan pertemuan rutin lintas sektoral ini agar seluruh lurah,camat, Lintas Sektor yang berkompeten dan pihak Puskesmas wajib selalu melakukan koordinasi dalam setiap program kegiatan.
“Mini lokakarya sektor ini dilakukan pertriwulan.Jadi, diawal tahun itu biasanya dilaksanakan pada bulan februari,” kata Nurhijah.
Lebih lanjut Kapus Nurhijah menjelaskan, Kegiatan ini sebagai bukti komitmen bersama antar lintas sektor untuk mempersiapkan pelaksanaan berbagai program tahun 2025.
“Program – program itu akan disesuaikan dengan visi – misi, Bupati dan wakil Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi – Tonny Junus, “jelasnya.
Mini lokakarya ini kata Nurhijah, sebagai bentuk evaluasi berbagai program yang menemukan problem -problem dilapangan terutama problem dan hambatan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia pun mengakui,pelaksanaan mini lokakarya lintas sektor tahun ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Dimana, kata Dia, diadakan diskusi perkelompok yang persis hampir sama pelaksanaannya jadi kegiatan besar seperti di tingkat Kabupaten/ kita bahkan tingkat provinsi
“Tahun ini kita petakan berbagai problem besar di tingkat kecamatan Limboto dan kelurahan,
Setelah diskusi berbagai saran dan ide dibahas maka melahirkan rekomendasi – rekomedasi mengenai problem – problem besar tersebut yang akan dituangkan pada mini lokakarya triwulan pertama yang akan dievaluasi pada triwulan dua dan seterusnya.
“Berbagai problem yang mencuat, pertama, minat masyarakat untuk berkunjung diposyandu, kedua, ketersedian sarana dan prasarana layanan kesehatan, ketiga, prilaku hidup bersih dan sehat, keempat, penanganan cepat Deman berdarah,”, imbunya.
Terkait kunjungan masyarakat ke posyandu yang masih rendah, rekomedasi yang lahir, kita lebih pasif mendorong dan meningkatkan bagaimana masyarakat bisa sasaran posyandu, Ketika ada kegiatan akan diumukan ke masyarakat dan melibatkan kepala – kepala lingkungan, LPM dan lintas sektor untuk mengumumkan tiga hari sebelum pelaksanaan posyandu.
Kedua,mengenai sarana dan prasana pendukung posyandu. Karena,rekomedasi para lurah agar posyandu diadakan di rumah penduduk dan ini mendapat tanggapan hangat dari lurah termasuk rekomendasi menyediakan timbangan dewasa yang akan disiapkan minimal satu pos satu timbangan.
Ketiga, terkait prilaku hidup bersih dan sehat, untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih menjaga kebersihan lingkungan terutama sosialisasi masyarakat jangan membuang air besar sembarangan.
Terkait, penangan Deman berdarah, Ungkap Nurhijah,Lurah – lurah rekomendasikan pengasapan atau pogging yang dibebankan di kelurahan dan untuk obat dan kadernya dibebankan pada puskesmas.
” Termasuk rekomendasi menggalakan dan mengajak masyarakat untuk penanaman pohon sirih merah. Demam berdarah disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan menjadi masalah kesehatan serius, Salah satu upaya menangani demam berdarah adalah dengan pengobatan medis. Namun tidak sedikit juga yang mencari alternatif obat tradisional yakni daun sirih,” tandasnya.









