Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO, Diskominfo – Kepemimpinan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, ternyata bukanlah proses yang lahir seketika. Sejak duduk di bangku Sekolah Teknik Negeri (STN) Telaga setingkat SMP pada tahun 1976, karakter santun, cerdas, dan penuh hormat telah melekat kuat dalam dirinya.
Kesaksian itu disampaikan mantan guru beliau, Suparman Kai, yang mengaku Sofyan Puhi merupakan murid pertama yang ia ajar saat mulai bertugas di STN Telaga.
“Beliau berkarakter santun, menghormati guru dan teman-temannya. Sejak dulu sudah terlihat pembawaannya sebagai pribadi yang berbeda,” ungkap Suparman kepada tim humas, Senin (23/2).
Suparman mengisahkan, waktu sempat membuat ingatannya memudar. Namun momen mengharukan terjadi ketika Sofyan Puhi menjabat Wakil Bupati Gorontalo mendampingi almarhum David Bobihoe. Saat bertemu, Sofyan lebih dahulu menyapa gurunya dengan penuh hormat.
“Pak guru sudah lupa saya? Saya Sofyan, murid bapak dulu,” kenang Suparman menirukan ucapan tersebut.
Sejak saat itu, ingatan Suparman kembali pada sosok siswa yang dikenal menonjol di kelas. Di STN Telaga, ia mengampu mata pelajaran aljabar, ilmu alam, dan ilmu ukur—tiga bidang yang dikuasai Sofyan Puhi dengan sangat baik.
“Beliau pintar, cepat memahami pelajaran, dan sering meraih peringkat di sekolah,” ujarnya.
Tak hanya unggul secara akademik, sikap rendah hati dan penghormatan terhadap guru tetap terjaga hingga dewasa. Suparman bahkan pernah berkunjung ke rumah dinas saat Sofyan masih menjabat Wakil Bupati. Meski tengah bersiap melakukan perjalanan dinas ke Manado, Sofyan menunda keberangkatan demi menyambut dan melayani gurunya.
“Itu karakter yang tidak berubah. Biasanya orang ketika sudah memiliki jabatan berubah. Tapi beliau tetap rendah hati, tetap tersenyum, dan tahu menghormati orang tua,” tambahnya.









