Bupati Ismet Mile Perkuat Gerakan Cegah Wabah Penyakit

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.kuytanda.com – Bone Bolango – Pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Bone Bolango harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Hal itu ditegaskan Bupati Bone Bolango Ismet Mile didampingi Wakil Bupati Bone Bolango Risman Tolingguhu dan Ketua TP PKK Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile, saat membuka kegiatan Koordinasi, Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Rabu (15/7/2026).

Bupati Ismet Mile menekankan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata. Menurutnya, seluruh perangkat daerah hingga aparat pemerintah di tingkat bawah harus mengambil peran aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Ini hal yang perlu diantisipasi agar kesehatan masyarakat tetap terkendali dan memberikan dampak positif bagi daerah. Saya perintahkan seluruh aparat untuk memaksimalkan tugas dan fungsi masing-masing karena ini tidak sebatas tugas Dinas Kesehatan. Harus ditindaklanjuti sampai ke tingkat bawah dan lebih dimatangkan lagi,” tekan Ismet Mile.

Ismet mengingatkan agar berbagai persoalan kesehatan yang saat ini dihadapi Bone Bolango tidak berkembang menjadi wabah yang dapat membahayakan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat dukungan anggaran untuk program pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Pos anggaran pengendalian dan pencegahan penyakit akan kita besarkan. Mari maksimalkan advokasi, koordinasi dan sosialisasi sesuai dengan variabilitas tugas kita masing-masing,”ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), Bone Bolango saat ini menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang cukup serius.
Data Dinas Kesehatan mencatat terdapat 4.882 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), 1.244 kasus diare akut, 298 kasus suspek demam tifoid, 303 kasus pneumonia dengan dua kematian, 47 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan dua kematian, 22 kasus suspek campak dengan satu kematian, serta 52 kasus gigitan hewan penular rabies yang menyebabkan satu kematian.
Selain itu, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan adanya lonjakan kasus malaria hingga mencapai 116 kasus. Padahal sebelumnya Kabupaten Bone Bolango telah berada pada kondisi zero report malaria.

“Peningkatan kasus malaria ini dipengaruhi mobilitas pekerja penambang dari daerah endemis malaria yang masuk ke Bone Bolango. Kondisi ini dapat mengancam status eliminasi malaria yang selama ini berhasil dipertahankan,”jelas dr. Meyrin.
Ia menambahkan, meningkatnya kasus penyakit dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari krisis sanitasi, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menurunnya budaya kerja bakti membersihkan lingkungan, hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan di jalan, sungai, selokan dan area persawahan yang menyebabkan genangan air serta menjadi sumber penularan penyakit.
Tingginya kasus ISPA, pneumonia dan tuberkulosis juga dipicu oleh kebiasaan merokok di dalam rumah serta kurangnya ventilasi udara yang sehat. Di sisi lain, masih banyak rumah tangga yang belum memiliki septic tank sesuai standar kesehatan, sementara keterbatasan armada pengangkut sampah menyebabkan sebagian wilayah belum terlayani secara optimal.

Faktor lainnya adalah kebiasaan mengonsumsi jajanan yang tidak higienis di lingkungan sekolah maupun tempat kerja yang berkontribusi terhadap tingginya kasus diare dan tifoid. Permasalahan rabies juga masih menjadi perhatian akibat rendahnya cakupan vaksinasi hewan penular rabies serta masih adanya masyarakat yang menolak atau tidak melengkapi vaksin anti rabies setelah mengalami gigitan.
“Selain itu, pengelolaan limbah peternakan yang belum memenuhi standar kesehatan, penolakan imunisasi pada kelompok masyarakat tertentu, serta belum optimalnya kinerja Tim Gerak Cepat (TGC) di tingkat puskesmas turut menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit,”tandasnya.

Berita Terkait

RSUD Toto Kabila Matangkan Visitasi Nasional Layanan Uronefrologi
LKPJ 2025 Disetujui DPRD, Ismet Mile Pastikan Seluruh Rekomendasi Segera ditindaklanjuti
Pemkab Bone Bolango Ajak Masyarakat Memahami Secara Utuh Proses Penonaktifan Kades Toto Utara
Informasi Ismet Mile Ditahan Kejaksaan adalah Hoaks
Fakta Baru Polemik Tanah Toto Utara, Ahli Waris Perkuat Alasan Penonaktifan Kades oleh Bupati Bone Bolango
Pemkab Bone Bolango Tegaskan Penonaktifan Kades Toto Utara Bersifat Administratif, Bukan Hukuman
Hari Anak Nasional Momentum Lahirkan Generasi Emas di Bone Bolango
Bupati Ismet Mile Tekankan Generasi Unggul Bone Bolango di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:35

RSUD Toto Kabila Matangkan Visitasi Nasional Layanan Uronefrologi

Senin, 27 Juli 2026 - 21:18

LKPJ 2025 Disetujui DPRD, Ismet Mile Pastikan Seluruh Rekomendasi Segera ditindaklanjuti

Senin, 27 Juli 2026 - 20:49

Pemkab Bone Bolango Ajak Masyarakat Memahami Secara Utuh Proses Penonaktifan Kades Toto Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 20:36

Fakta Baru Polemik Tanah Toto Utara, Ahli Waris Perkuat Alasan Penonaktifan Kades oleh Bupati Bone Bolango

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:51

Pemkab Bone Bolango Tegaskan Penonaktifan Kades Toto Utara Bersifat Administratif, Bukan Hukuman

Berita Terbaru