Bone Bolango Waspada Kekeringan, Mitigasi Diperkuat

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.kuytanda.com – Bone Bolango – Pemerintah Bone Bolango mulai menghadapi dampak serius musim kemarau. Pemerintah Kabupaten telah mengidentifikasi ratusan hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan dalam sebulan terakhir. Kondisi ini tidak hanya mengancam hasil produksi pertanian, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan inflasi daerah jika tidak segera ditangani.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati, Kamis (16/7/2026).
Bupati Ismet Mile mengungkapkan berdasarkan hasil identifikasi pemerintah daerah, luas areal persawahan yang terdampak kekeringan mencapai 218 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Kabila, Tilongkabila, dan Suwawa yang selama ini mengandalkan pasokan air dari jaringan Irigasi Alale.

“Ini harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak langsung pada produksi pertanian. Jika produksi menurun, tentu akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dan berpotensi memicu inflasi,” ungkap Ismet Mile.
Selain lahan persawahan, kekeringan juga mulai berdampak pada komoditas pertanian lainnya. Tercatat sebanyak 67 hektare lahan jagung dan 3,4 hektare tanaman cabai mengalami gangguan akibat berkurangnya pasokan air.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang telah didistribusikan kepada masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 193 unit pompa air telah disalurkan dan dimanfaatkan petani untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bone Bolango saat ini masuk kategori areal agak kering. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko krisis air bersih dan ancaman kebakaran hutan maupun lahan.

Data pemerintah daerah menunjukkan sedikitnya delapan kecamatan dengan 21 desa telah merasakan dampak kekeringan. Karena itu, Bupati Ismet Mile meminta seluruh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah-langkah mitigasi.

“Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanganan agar dampak kekeringan dapat ditekan semaksimal mungkin. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan sektor pertanian tetap produktif,”tandasnya.

Berita Terkait

Bupati Ismet Mile Dorong Perempuan Ambil Peran Pimpin Desa
Ruwaida Mile Siapkan Jumbara 2027, Kader PKK Bakal Adu Kreativitas
Sekda Bone Bolango Minta OPD Percepat Pemenuhan Evidence MCSP 2026
Ruwaida Mile Jadikan PKK Ruang Pengabdian
Bupati Ismet Mile Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Bangun Nalar
Bupati Ismet Dorong Bunda PAUD Melek Teknologi
Ruwaida Dorong Bunda PAUD Kecamatan Bentuk Pokja
287 Aset Pemkab Bone Bolango Bersertifikat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:51

Bupati Ismet Mile Dorong Perempuan Ambil Peran Pimpin Desa

Selasa, 8 September 2026 - 20:44

Ruwaida Mile Siapkan Jumbara 2027, Kader PKK Bakal Adu Kreativitas

Senin, 7 September 2026 - 20:44

Sekda Bone Bolango Minta OPD Percepat Pemenuhan Evidence MCSP 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 20:44

Ruwaida Mile Jadikan PKK Ruang Pengabdian

Sabtu, 5 September 2026 - 07:06

Bupati Ismet Mile Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Bangun Nalar

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:44

Ekonomi

Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:28