Gorontalo.kuytanda.com – Bone Bolango – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bone Bolango menyambut positif rencana masuknya sejumlah investor asing ke daerah tersebut. Kehadiran investor dinilai menjadi sinyal kuat bahwa potensi ekonomi Bone Bolango mulai mendapat perhatian dari dunia usaha, termasuk dari luar negeri.
Ketua HIPMI Bone Bolango, Zulkifli Ibrahim, mengatakan rencana investasi di sejumlah sektor strategis harus dilihat sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan daerah tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ini kabar baik bagi Bone Bolango. Investor datang membawa modal, teknologi dan peluang usaha. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan APBD untuk membiayai investasi tersebut,” ujar Zulkifli, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, sedikitnya delapan sektor tengah dijajaki untuk dikembangkan melalui skema investasi swasta. Sektor tersebut meliputi penyediaan motor listrik, videotron di seluruh kecamatan, drone pertanian, pabrik pakan, pengembangan hidroponik, pabrik briket, cold storage perikanan, hingga penyediaan tower internet gratis dengan jangkauan sekitar 5–10 kilometer di sejumlah titik.
Zulkifli menilai pola tersebut dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang saling menguntungkan. Investor menyediakan modal dan teknologi, pemerintah menyiapkan regulasi serta kemudahan investasi, sementara BUMD dapat mengambil peran dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.
Di sisi lain, masyarakat berpeluang memperoleh manfaat melalui terbukanya lapangan kerja, pasar baru dan peningkatan aktivitas ekonomi.
“Kalau ini terealisasi dengan tata kelola yang baik, multiplier effect-nya bisa luar biasa. Bukan hanya pemerintah yang mendapatkan manfaat, tetapi pelaku usaha, UMKM, petani, nelayan hingga BUMDes,” katanya.
HIPMI, lanjut Zulkifli, juga mengapresiasi keberanian investor melihat Bone Bolango sebagai daerah yang memiliki prospek bisnis. Menurutnya, kehadiran investor harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
“Investor jangan hanya dilihat dari mana mereka datang, tetapi dari apa yang mereka bawa untuk daerah. Kalau yang dibawa adalah modal, teknologi, lapangan kerja dan peluang ekonomi, tentu harus kita sambut dengan tangan terbuka,” tegasnya.
Meski demikian, HIPMI mengingatkan agar setiap rencana investasi tetap dilaksanakan dengan prinsip transparansi, kepastian hukum dan tata kelola yang baik. Kepentingan masyarakat juga harus menjadi bagian penting dalam setiap proses investasi.
Zulkifli berharap penjajakan investasi tersebut dapat segera berlanjut ke tahap realisasi sehingga dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Bone Bolango.
“Ini momentum yang harus dijaga. Modal dari luar masuk, ekonomi daerah bergerak, BUMD diperkuat, masyarakat mendapatkan peluang, dan APBD tidak terbebani. Inilah investasi yang patut kita apresiasi,” pungkasnya.











