Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO, diskominfo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Sosial bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung dan rumah tertimpa pohon yang melanda sejumlah wilayah.
Penanganan darurat dan penyaluran bantuan dilakukan intensif sejak Selasa hingga Rabu, 21 Januari 2026, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 11 rumah, 11 kepala keluarga (KK), dan 48 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
Sebaran Wilayah TerdampakBencana tercatat terjadi di enam kecamatan, dengan rincian sebagai berikut:
Kecamatan Mootilango: 4 rumah | 4 KK | 13 jiwa, Desa Helumo: 1 rumah terdampak angin puting beliung,Desa Pilomonu: 1 rumah tertimpa pohon Desa Satria: 2 rumah terdampak angin puting beliung Kecamatan Limboto Desa Dutulanaa: 1 rumah | 6 jiwa (angin puting beliung)Kecamatan TibawaDesa Isimu Raya: 1 KK | 3 jiwa (angin puting beliung)Kecamatan TolangohulaDesa Suka Makmur: 1 rumah | 3 KK | 12 jiwa (angin puting beliung) Kecamatan Asparaga Desa Prima: 3 rumah | 3 KK | 11 jiwa (angin puting beliung) Kecamatan DungaliyoDesa Ayuhula: 1 rumah | 1 KK | 3 jiwa (rumah tertimpa pohon)Untuk memenuhi kebutuhan dasar korban, Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo menyalurkan bantuan logistik berupa: terpal, family kit, selimut, makanan siap saji, lauk siap saji, serta makanan anak.
Kadis Sosial Tegaskan Komitmen Pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Apriyani Katili, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat,” ujar Apriyani.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan penanganan dilakukan bersama Tagana Kabupaten Gorontalo atas instruksi langsung Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi darurat.
” Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo terus melakukan koordinasi lintas sektor dan pemantauan lapangan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan lanjutan yang layak,” ujarnya









