Bupati Sofyan Puhi : Bahasa Gorontalo Jadi Wajib,Pejabat Tak Paham Adat Tidak Naik Jabatan

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO – Bahasa daerah Gorontalo tak lagi sekadar alat komunikasi di rumah atau pasar. Mulai kini, bahasa Gorontalo resmi menjadi menu wajib di bangku sekolah. Kebijakan tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 23 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (22/12/2025).

Perbub ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat karakter peserta didik melalui pendekatan kearifan lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Fokus utama kurikulum muatan lokal tersebut adalah penguatan penggunaan bahasa daerah Gorontalo sebagai identitas budaya.

“Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari jati diri daerah. Bahasa Gorontalo bukan sekadar alat komunikasi, tetapi sarat nilai, etika, dan karakter masyarakat,” tegas Sofyan dalam arahannya.

Ia menilai, tanpa pendekatan yang spesifik dan berakar pada budaya lokal, pendidikan berpotensi kehilangan ruh pembentukan karakter. Karena itu, bahasa daerah harus dikenalkan dan dibiasakan sejak usia dini melalui sistem pendidikan formal.

Keseriusan pelestarian budaya Gorontalo, kata Sofyan, tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah bahkan telah mendorong penguatan budaya di kalangan aparatur sipil negara dengan menggelar lomba pidato bahasa Gorontalo antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Yang paling tegas, Sofyan menyebut penguasaan adat dan budaya Gorontalo kini menjadi faktor penting dalam jenjang karier birokrasi. Ke depan, pemahaman mendalam terhadap budaya lokal akan menjadi salah satu indikator utama dalam uji kompetensi dan seleksi pejabat pemerintah daerah.

“Pejabat yang tidak memahami adat dan budaya Gorontalo akan kesulitan untuk menduduki jabatan strategis,” ujarnya lugas.

Bupati Sofyan mengajak seluruh tenaga pendidik dan elemen masyarakat menjadikan kurikulum muatan lokal sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewajiban administratif. Dengan adanya payung hukum yang jelas melalui Perbub ini,

ia optimistis bahasa dan budaya Gorontalo dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Saya mengajak semua pihak berkomitmen menjaga budaya lokal demi pendidikan yang berkarakter dan berjati diri Gorontalo,” pungkasnya di hadapan Kepala Dinas Dikbud Abdul Waris serta jajaran pendidik yang hadir.

Berita Terkait

Pimpin Rapim, Bupati Sofyan Pacu Konsolidasi OPD dan Percepatan APBD-P 2026
Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Sofyan Tekankan Empat Instruksi Penting
Haris S. Tome Turun Langsung, 10 Titik di Bongohulawa Disalurkan Bantuan Air Bersih
Sofyan Puhi Lantik 29 Pejabat Eselon II, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pejabat yang Bergeser
Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini
Sekda Sugondo: Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI
Gandeng DPD RI, Pemkab Gorontalo Pacu Pembangunan Hijau dan Kawasan Pesantren
Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:02

Pimpin Rapim, Bupati Sofyan Pacu Konsolidasi OPD dan Percepatan APBD-P 2026

Senin, 21 September 2026 - 12:50

Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Sofyan Tekankan Empat Instruksi Penting

Sabtu, 19 September 2026 - 16:14

Haris S. Tome Turun Langsung, 10 Titik di Bongohulawa Disalurkan Bantuan Air Bersih

Kamis, 17 September 2026 - 10:07

Sofyan Puhi Lantik 29 Pejabat Eselon II, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pejabat yang Bergeser

Rabu, 16 September 2026 - 14:44

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:44