Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO, diskominfo — Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Program Stunting Tahun 2025 yang berlangsung di Grand Bukit Proja Hotel, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Selasa (25/11). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam arahannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor. Diperlukan kerja bersama seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta dukungan aktif dari para pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas SDM masa depan Kabupaten Gorontalo. Karena itu, evaluasi ini penting untuk memastikan semua program benar-benar efektif dan tepat sasaran,” tegas Bupati.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada pimpinan OPD, camat, hingga kepala desa yang telah bekerja secara kolaboratif dalam percepatan penurunan stunting. Ia menilai berbagai program yang berjalan selama ini sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Meski demikian, Bupati mengingatkan masih terdapat beberapa indikator yang perlu diperkuat, kita. Perlu perkuat pelayanan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar. Ia mendorong semua pihak untuk terus berinovasi, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
“Walaupun masih ada beberapa indikator yang harus ditingkatkan, program kita sudah berada pada jalur yang tepat. Ke depan, inovasi lintas OPD sangat diperlukan—terutama Dinas Kesehatan—agar prioritas penanganan stunting semakin tajam. Partisipasi masyarakat juga sangat penting, terutama dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk sanitasi dan pola BAB yang benar,” ujar Bupati.
Dalam rakor tersebut, peserta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian program sepanjang tahun berjalan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah strategis percepatan penurunan stunting di tahun 2025. Fokus pembahasan mencakup penguatan pendataan keluarga berisiko, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Bupati Sofyan meminta setiap OPD dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk lebih proaktif dan responsif dalam merumuskan kebijakan. Seluruh gerak program diminta terintegrasi dalam satu strategi besar Kabupaten Gorontalo.
“Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua perangkat daerah harus bergerak cepat, terarah, dan saling terhubung. Integrasi adalah kunci,” tegasnya.
Rakor ini turut dihadiri oleh wakil Bupati Tonny S Junus,Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Ir. D. Tino Tandaju, S.T., M.Erg., Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gorontalo Rismawaty Arsyad, para pimpinan OPD, serta para camat se-Kabupaten Gorontalo.









