Gorontalo.Kuytanda.com |Bone Pesisir – Menciptakan Jembatan antara Inovasi Teknologi AI dan Stabilitas Ekonomi adalah pandangan yang sangat tepat dan komprehensif mengenai arah strategis yang harus diambil oleh dunia dalam menghadapi Revolusi AI.
Sebab ini merupakan regulasi yang cerdas dan investasi besar-besaran dalam kapabilitas manusia dan ini dapat diuraikan menjadi tiga pilar aksi utama bagi pemerintah, industri, dan masyarakat.” Ucapnya saat bersua dengan awak media ini. Rabu 12/11/2025
Ketiga pilar aksi tersebut yakni menciptakan Jembatan antara Inovasi Teknologi AI dan Stabilitas Ekonomi Global
yaitu menyeimbangkan kecepatan inovasi (akselerasi AI) dengan dampak stabilitas (ekonomi, sosial, dan ketenagakerjaan), tantangannya ialah Inovasi teknologi sering kali menciptakan disrupsi yang cepat, sementara adaptasi ekonomi dan sosial berjalan lambat.
Hal ini berpotensi menyebabkan pengangguran struktural atau kesenjangan pendapatan yang makin lebar, yang aksinya jembatan ini diciptakan melalui kebijakan yang mendorong adopsi AI di satu sisi, sambil secara aktif menyiapkan jaring pengaman sosial dan program transisi kerja di sisi lain.
Dengan tujuan memastikan keuntungan AI tidak hanya dinikmati oleh segelintir perusahaan teknologi, tetapi tersebar luas.’tuturnya sembari menambahkan
Yang kedua yakni Regulasi yang Cerdas (Smart Regulation) yaitu regulasi yang cerdas bukanlah regulasi yang menghambat atau melarang, tetapi yang memandu inovasi agar sejalan dengan nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
• Akuntabilitas dan Transparansi: Mengharuskan pengembang AI menjelaskan bagaimana model mereka mengambil keputusan, terutama di sektor kritis (kesehatan, hukum, keuangan).
• Anti-Bias dan Keadilan: Menerapkan aturan untuk mencegah algoritma AI mereproduksi atau memperkuat bias yang ada dalam masyarakat (misalnya, diskriminasi dalam perekrutan atau pinjaman).
• Data Governance: Mengatur penggunaan data sintetik dan data pribadi untuk menjaga privasi dan keamanan individu.
• Tujuannya: Menciptakan lingkungan yang aman dan terpercaya bagi konsumen dan industri, sehingga adopsi AI dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko sosial yang besar.
Dan yang ketiga ialah Investasi Besar-besaran dalam Kapabilitas Manusia, Ini adalah pilar yang paling krusial. Karena AI akan mengotomatisasi tugas rutin, nilai manusia terletak pada kemampuan yang tidak dapat direplikasi oleh mesin.
• Jenis Investasi: Program Reskilling dan Upskilling Skala Nasional yaitu Pemerintah dan perusahaan harus bekerja sama untuk melatih ulang pekerja yang terancam otomatisasi ke bidang baru (misalnya, menjadi pengelola atau pengawas sistem AI).
• Pendidikan Berbasis Keterampilan Abadi: Kurikulum pendidikan harus bergeser dari pengajaran hafalan/proses menuju pengembangan Kecerdasan Emosional (EQ), Kreativitas, Pemikiran Kritis, dan Keterampilan Kolaborasi.
• Literasi AI: Memberikan pemahaman dasar kepada masyarakat luas tentang cara kerja AI, implikasi etika, dan bagaimana menggunakannya secara efektif sebagai co-pilot di tempat kerja.”jelasnya
Yusuf Sahabi juga menjelaskan masa depan bukan tentang AI versus manusia, akan tetapi tentang bagaimana manusia mengelola dan berkolaborasi dengan AI.
Aksi strategis global saat ini harus berada di tiga jalur: regulasi, investasi sumber daya manusia, dan penyeimbangan pertumbuhan.
Nara Sumber Berita Yusuf:sahabi
Penulis Zulkipli Uno
Editor : redaksi









