Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.Kuytanda.com – Bone Bolango – Desa Botutonuo di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, kini menjadi simbol kebangkitan ekosistem laut. Laut yang dulu disebut warga sebagai “laut mati” karena kerusakan parah terumbu karang, kini perlahan kembali hidup. Dari permukaan, warna biru laut memantul cerah, sementara di bawahnya, ribuan karang muda tumbuh di atas rangka baja berbentuk heksagonal.

Perubahan besar itu lahir dari kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG), pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir. Upaya rehabilitasi ini dimulai sejak 2018, ketika Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan program nasional pemulihan ekosistem terumbu karang di berbagai wilayah Indonesia.

“Awalnya kondisi Botutonuo sangat parah, hampir tidak ada ikan yang terlihat. Karena itu, kami memilih lokasi ini untuk fokus konservasi,” ujar Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si., Kepala Pusat Kemaritiman LPPM UNG, Jumat (17/10/2025).

Tahap awal pemulihan menggunakan media balok beton di kedalaman tiga meter. Hasilnya mulai terlihat enam bulan kemudian: ikan-ikan kecil kembali, dan biota laut mulai berkembang. Namun pandemi COVID-19 pada 2020 menghentikan aktivitas lapangan. Dari seluruh media yang terpasang, hanya sekitar 30 persen fragmen karang yang bertahan.

Tahun 2021 menjadi masa sulit. Serangan bintang laut berduri (Acanthaster planci) serta pembangunan dermaga sempat merusak sebagian area rehabilitasi. Tim UNG bersama warga kemudian melakukan pelatihan dan edukasi untuk mengendalikan predator karang secara alami.

Titik balik datang pada 2022. Metode rehabilitasi diubah menggunakan rangka baja heksagonal “spider reef frame”, yang lebih kuat terhadap arus laut Botutonuo. Sebanyak 85 unit dipasang di area seluas 115 meter persegi. Dalam tiga bulan, pertumbuhan karang rata-rata mencapai 1,72 cm, sementara populasi ikan karang meningkat tajam—tanda habitat mulai pulih.

Tahun berikutnya, mahasiswa UNG menemukan dua jenis karang dominan: Acropora tabulate (ACT) dan Acropora branching (ACB). Jenis tabulate tumbuh lebih cepat dan stabil dibanding lainnya. Program berlanjut pada 2024, dengan penanaman 150 unit tambahan berisi 1.050 fragmen karang. Hasil pemantauan dua kali menunjukkan tingkat hidup 100 persen, dengan peningkatan populasi ikan dari 704 menjadi 740 individu dari 71 spesies.

“Laporan kami sejalan dengan pengamatan warga pesisir. Keanekaragaman ikan meningkat, dan laut kembali produktif,” tambah Prof. Femy.

Warga Pesisir Jadi Garda Depan Konservasi

Di balik keberhasilan ini, ada nama Alinton Pisuna, Ketua Kelompok Barrier Reef Botutonuo. Setiap akhir pekan, ia bersama tim kecilnya menyelam memantau kondisi karang, mengganti yang rusak, dan membersihkan lumut.

“Dulu laut ini indah, tapi rusak karena penangkapan tak ramah lingkungan dan aktivitas wisata yang merusak. Saya ingin laut kembali seperti dulu,” kenang Alinton.

Tanpa alat selam lengkap, Alinton dan 15 anggotanya bekerja di kedalaman 5–7 meter menggunakan metode spider web. Meski gelombang besar dan pengerukan dermaga sempat menghancurkan ratusan meja karang, mereka tidak menyerah. Tahun 2022, kelompok ini kembali menanam karang baru di bawah koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo serta akademisi UNG.

Kini mereka rutin memantau kondisi laut bersama tim DKP dan mahasiswa. Bahkan, mereka melibatkan sekolah-sekolah seperti Brilli Kids Leadership Elementary School, mengajak anak-anak menanam karang dan belajar langsung tentang ekosistem laut.

“Anak-anak datang penuh semangat. Mereka belajar, menanam, dan memahami bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama,” tutur Alinton, yang pada 2024 dianugerahi Local Hero Konservasi Laut oleh KLHK.

Menurut Syafrie A.B. Kasim, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan DKP Provinsi Gorontalo, kawasan Teluk Gorontalo—termasuk Botutonuo—telah ditetapkan sebagai zona konservasi prioritas.

“Barrier reef di Botutonuo berfungsi sebagai penahan abrasi alami. Kami terus mendorong kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan peralatan selam dan pelatihan biofisik melalui program nasional Laut Sejahtera (Lautra) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), agar masyarakat mampu memantau kondisi laut secara mandiri.

Kini, laut Botutonuo tidak lagi sunyi. Dari dasar laut, kehidupan baru terdengar—ikan menari di sela karang muda, arus laut berbisik lembut, dan tawa anak-anak menggema di pesisir. Dari satu fragmen karang tumbuh harapan baru.

Dari Botutonuo, Gorontalo mengirim pesan sederhana namun kuat: ketika pengetahuan, pemerintah, dan masyarakat bersatu, laut tidak hanya bisa diselamatkan—tetapi bisa hidup kembali.

 

Berita Terkait

Ismet Mile Buka Muscab PPP Bone Bolango, Tegaskan Soliditas Kader
Bupati Ismet Mile Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Arah Pembangunan
Pemkab Bone Bolango dan Kejati Gorontalo Perkuat Edukasi Hukum Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah
Skor 99.50, Pemkab Bone Bolango Raih Predikat Tinggi Indeks Kualitas Data ASN dari BKN
Bupati Ismet Mile Lantik Direktur Perumda Tirta Bulango, Tekankan Profesionalisme dan Kontribusi Daerah
Bupati Ismet Mile Minta OPD Berperan Aktif Atasi Kemiskinan
Open House Lebaran, Bupati Sofyan Puhi Sambut Hangat Kehadiran Bupati Bone Bolango Ismet Mile
Ismet Mile Ajak OPD Safari Lebaran ke Pemkot, Perkuat Kolaborasi Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:54

Ismet Mile Buka Muscab PPP Bone Bolango, Tegaskan Soliditas Kader

Kamis, 16 April 2026 - 19:16

Bupati Ismet Mile Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Arah Pembangunan

Kamis, 16 April 2026 - 19:01

Pemkab Bone Bolango dan Kejati Gorontalo Perkuat Edukasi Hukum Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Sabtu, 11 April 2026 - 18:37

Skor 99.50, Pemkab Bone Bolango Raih Predikat Tinggi Indeks Kualitas Data ASN dari BKN

Selasa, 7 April 2026 - 19:56

Bupati Ismet Mile Lantik Direktur Perumda Tirta Bulango, Tekankan Profesionalisme dan Kontribusi Daerah

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Bupati Sofyan Puhi Pimpin Apel Korpri dan Peringatan Harkitnas ke-118

Senin, 25 Mei 2026 - 08:35