Gorontalo.kuytanda.com |Limboto Diskominfo–,Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang nyata. Salah satu langkah terobosan yang kini dilakukan adalah pelaksanaan assessment terbuka untuk jabatan Camat, sebuah metode seleksi yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.
Selama ini, pengisian posisi Camat umumnya dilakukan melalui penunjukan langsung tanpa proses seleksi terbuka. Namun, Pemkab Gorontalo memilih pendekatan berbeda.
“Kami ingin mengubah pola lama. Assessment ini bertujuan untuk mendapatkan Camat yang benar-benar kompeten dan memahami dengan baik tugas serta tanggung jawabnya sebagai kepala wilayah,” tegas Bupati Sofyan Puhi, Jumat (10/10).
Assessment ini akan diberlakukan bagi seluruh calon Camat di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo. Menariknya, proses ini tidak hanya menilai kemampuan administratif dan manajerial, tetapi juga memperhatikan aspek sosial budaya lokal sebagai bagian penting dari kepemimpinan wilayah.
Dalam proses seleksi ini, lembaga adat dilibatkan secara resmi. Menurut Bupati Sofyan, lembaga adat memiliki pandangan penting terkait kepemimpinan sosial, pemahaman terhadap kearifan lokal, serta kedekatan calon Camat dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa Camat yang terpilih tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat di wilayahnya. Ini penting agar kepemimpinan mereka selaras dengan norma adat dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati Sofyan menegaskan bahwa ke depan, para Camat akan menerima pelimpahan sebagian kewenangan Bupati. Dengan begitu, mereka diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kecamatan tanpa harus menunggu intervensi langsung dari pemerintah kabupaten.
“Camat sebagai kepala wilayah ke depan harus mampu menjadi problem solver di wilayahnya masing-masing. Tidak semua hal harus sampai ke Bupati,” pungkas Sofyan.
Langkah inovatif ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menciptakan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gorontalo, Jufri Damima, mengatakan asesmen bagi camat dan calon camat se-Kabupaten Gorontalo akan dimulai, Senin 13 Oktober 2025
Ia menambahkan Asesmen ini merupakan langkah nyata Bupati Sofyan dan Wabup Tonny dalam mencari figur pemimpin kecamatan yang benar-benar berkualitas.
“Asesmen ini terbuka bagi camat yang masih menjabat maupun calon camat baru. Tujuannya untuk menjaring kader birokrat yang memiliki kompetensi dan kemampuan mewujudkan visi-misi pemerintahan ST–12,” jelasnya









