Wabup Gorontalo Tony Junus : 376 Guru Non-ASN Tetap Terima Tunjangan Sertifikasi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.kuytanda.com |Limboto diskominfo-— Wakil Bupati Gorontalo Tonny Junus memastikan sebanyak 376 guru non-ASN penerima sertifikasi di Kabupaten Gorontalo tetap memperoleh haknya. Kepastian itu diperjuangkan langsung melalui langkah intensif ke Jakarta, Rabu (14/1/2026), menyusul menguatnya kebijakan pusat yang berpotensi menyingkirkan guru non-ASN dari sistem pendataan nasional.

Didampingi Asisten III Haris Tome, Kepala BKPSDM Jufri Damima, dan Kepala Badan Keuangan Yanto Manan,kadis Dikbud Abdul Waris, Tonny Junus melakukan serangkaian audiensi untuk memperjuangkan nasib guru non-ASN dan non-database yang terancam tidak lagi terakomodasi akibat kebijakan yang hanya mengakui PNS dan PPPK.

Langkah pertama dilakukan ke Gedung DPR RI. Tonny Junus bertemu Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, untuk menyampaikan kegelisahan daerah terhadap kebijakan larangan pengangkatan tenaga non-ASN oleh kepala daerah. Dampak kebijakan tersebut dinilai serius, karena membuat ratusan guru bersertifikasi tidak dapat diinput ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meski telah lama mengabdi dan masih sangat dibutuhkan sekolah.

“Kebijakan yang seragam ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi daerah. Kabupaten Gorontalo masih kekurangan guru. Mereka bukan beban, tetapi penyangga utama layanan pendidikan,” ujar Tonny Junus dalam audiensi tersebut.

Ia meminta DPR RI menjadikan persoalan guru non-ASN bersertifikasi sebagai perhatian dalam pembahasan kebijakan kepegawaian dan pendidikan nasional agar tidak merugikan daerah yang masih minim tenaga pendidik.

Selain ke DPR, rombongan Wakil Bupati Gorontalo juga menyambangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pertemuan dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Temu Ismail, Tonny Junus meminta adanya ruang kebijakan agar guru non-ASN bersertifikasi dan non-database tetap dapat diakomodasi dalam sistem Dapodik.

Hasil audiensi tersebut membawa angin segar. Tonny Junus menyatakan, 376 guru non-ASN penerima sertifikasi dipastikan dapat diinput dalam Dapodik 2026, mengingat Kabupaten Gorontalo secara faktual masih mengalami kekurangan guru berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia pun meminta jajaran terkait segera menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.

“Saya minta langkah cepat, tepat, dan terukur agar para guru ini memperoleh kepastian dan tidak lagi berada dalam ketidakjelasan,” kata Tonny Junus.

Berita Terkait

Sofyan Puhi Lantik 29 Pejabat Eselon II, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pejabat yang Bergeser
Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini
Sekda Sugondo: Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI
Gandeng DPD RI, Pemkab Gorontalo Pacu Pembangunan Hijau dan Kawasan Pesantren
Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global
Bupati Sofyan Puhi Resmikan Masjid Al Masyur di Desa Balahu
Bupati Sofyan Tinjau Kesiapan PLUT Lokasi Penyambutan Pejabat Kementerian Besok
Kecamatan Tibawa Jadi Pusat Inovasi “Lebe Gacor”, Bupati Gorontalo Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Stunting

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:07

Sofyan Puhi Lantik 29 Pejabat Eselon II, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pejabat yang Bergeser

Rabu, 16 September 2026 - 14:44

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 September 2026 - 12:17

Sekda Sugondo: Pemkab Gorontalo Mulai Dorong Pemerintahan Berbasis AI

Senin, 14 September 2026 - 18:38

Gandeng DPD RI, Pemkab Gorontalo Pacu Pembangunan Hijau dan Kawasan Pesantren

Minggu, 13 September 2026 - 18:28

Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Wabup Tonny Dorong Generasi Qur’ani Sejak Usia Dini

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:44

Ekonomi

Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:28