Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO — Pemerintah Kecamatan Telaga Jaya terus memperkuat respons terhadap dampak banjir, khususnya di sektor kesehatan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, Senin (6/4/2026)
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya strategis kecamatan dalam memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat berjalan cepat, tepat, dan terjangkau.
Camat Telaga Jaya, Ronal Abidin, menjelaskan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penanganan kesehatan yang lebih responsif di lapangan, terutama di empat desa yang kerap dilanda banjir, yakni Hutadaa, Buhu, Bunggalo, dan Bulota.
“Fokus kami adalah memastikan masyarakat terdampak memperoleh layanan kesehatan secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Karena itu, kami mendorong pembentukan posko kesehatan terpadu saat bencana, yang dipusatkan di Desa Hutadaa,” ujar Ronal.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Kedokteran UNG akan terlibat langsung dalam penguatan intervensi kesehatan pada kondisi darurat. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, distribusi obat-obatan, hingga tindakan medis seperti pemberian suntikan bagi warga yang membutuhkan
Model kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat waktu respons sekaligus menekan potensi munculnya penyakit pascabanjir yang kerap mengancam masyarakat.
Meski demikian, Ronal memastikan bahwa kondisi layanan kesehatan di wilayahnya saat ini masih dalam keadaan terkendali. Dukungan dari Puskesmas Telaga Jaya tetap berjalan optimal dan mampu menjangkau masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah, pelayanan kesehatan masih berjalan dengan baik. Namun kami tidak ingin menunggu kondisi memburuk. Kerja sama ini adalah langkah antisipatif agar penanganan lebih siap dan terstruktur,” jelasnya.
Selain sektor kesehatan, Pemerintah Kecamatan Telaga Jaya juga memperluas kolaborasi dengan menggandeng Lembaga Manajemen Infaq (LMI) untuk memperkuat dukungan sosial bagi masyarakat terdampak.
Dalam waktu dekat, LMI direncanakan akan menyalurkan bantuan melalui program pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah, yang akan dilaksanakan di dua titik dan menjangkau empat desa terdampak.
Ronal menegaskan, sinergi multipihak ini penting untuk memastikan desa rawan bencana tidak hanya menjadi objek penanganan sesaat, tetapi juga mendapatkan perhatian yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika musibah datang, masyarakat tidak sendiri. Ada sistem yang bekerja, ada kolaborasi yang hadir untuk melindungi dan melayani,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus, yakni
“Restorasi Kabupaten Gorontalo yang Berkemajuan dan Berkelanjutan”, khususnya dalam misi membangun sumber daya manusia yang beragama, berbudaya, unggul, dan kompetitif.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kecamatan Telaga Jaya menargetkan penanganan dampak banjir tidak lagi bersifat reaktif, melainkan lebih terencana, cepat, dan berorientasi pada ketahanan masyarakat.









