Gorontalo.kuytanda.com |DUNGALIYO, DISKOMINFO – Di tengah arus modernisasi kuliner, salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis tradisi tetap bertahan dan berkembang di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. Usaha kue Sukade yang ditekuni oleh Ibu Sartin Sahidu menjadi contoh nyata kekuatan ekonomi lokal yang berakar pada kearifan budaya daerah.
Kue Sukade merupakan kue tradisional sekaligus kue adat khas Gorontalo yang lazim disajikan kepada tamu serta digunakan dalam berbagai prosesi adat, hajatan pesta, hingga kegiatan keagamaan masyarakat.
Keberadaan kue ini memiliki nilai budaya yang kuat karena menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi sosial masyarakat Gorontalo.
Keunikan kue Sukade tidak hanya terletak pada cita rasanya yang khas, tetapi juga pada proses pembuatannya yang hingga kini masih dilakukan secara sederhana menggunakan tungku tradisional. Cara produksi tersebut tetap dipertahankan untuk menjaga keaslian rasa serta nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Seiring meningkatnya permintaan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan hajatan pesta dan acara adat seperti peringatan 40 hari, usaha yang dirintis Ibu Sartin pun terus berkembang. Selain kue Sukade, ia juga memproduksi kue Kolombengi, yang juga merupakan kue tradisional dan kue adat Gorontalo yang banyak diminati masyarakat.
Ibu Sartin berharap usaha yang telah ia jalani selama bertahun-tahun tersebut dapat memperoleh perhatian dan dukungan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bantuan yang diharapkan antara lain peningkatan peralatan produksi, pengemasan yang lebih baik, serta dukungan akses pemasaran agar kapasitas usaha dapat meningkat tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khas produknya.
“Dengan adanya bantuan pemerintah daerah, saya berharap usaha ini bisa berkembang lebih besar dan membuka peluang kerja bagi ibu-ibu serta masyarakat sekitar,” ujar Ibu Sartin.
Sebelumnya, usaha ini telah menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Desa Pilolalenga yang dinilai sangat membantu keberlangsungan usaha.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM, khususnya sektor kuliner berbasis kearifan lokal, agar mampu naik kelas. Tidak hanya melalui bantuan usaha, pemerintah daerah juga berupaya membuka akses pasar bagi produk UMKM lokal agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi berkelanjutan.
UMKM kuliner tradisional diposisikan sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa yang akan terus mendapatkan perhatian serius pada tahun 2026, sejalan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Dungaliyo, Reflin Anton Nini Panani ,turut mendorong agar perhatian pemerintah daerah dapat menyasar langsung pelaku UMKM tradisional seperti Ibu Sartin Sahidu. Pkk kecamatan dungaliyo bersama Pemerintah kecamatan siap berkolaborasi dengan pemerintah desa serta mengupayakan dukungan Dekranasda Kabupaten Gorontalo dalam pengembangan dan promosi kue Sukade sebagai kue adat khas Gorontalo.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan UMKM tradisional kue Sukade dan Kolombengi tidak hanya lestari sebagai warisan budaya daerah, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang berdaya saing, mampu menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.









