Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Turun Hampir 2 Persen Poin

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo.kuytanda.com |LIMBOTO, diskominfo — Angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo pada 2025 mencatat penurunan signifikan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis BPS Kabupaten Gorontalo pada 23 September 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 14,89 persen, dari sebelumnya 16,43 persen pada 2024. Penurunan sebesar 1,54 persen poin ini menjadi kabar baik bagi capaian pembangunan daerah.

Penurunan persentase tersebut juga diikuti turunnya jumlah penduduk miskin menjadi 56,13 ribu orang, atau berkurang sekitar 5,78 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. BPS menilai capaian ini merupakan indikasi kuat bahwa program-program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemkab Gorontalo bersama para mitra berjalan efektif.

Sementara itu, Garis Kemiskinan 2025 mengalami kenaikan menjadi Rp635.880,- per kapita per bulan, meningkat dari Rp605.743,- pada 2024. Kenaikan ini dipengaruhi oleh perubahan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya standar kebutuhan hidup layak.

Dua indikator penting lainnya juga menunjukkan perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun menjadi 1,66, menandakan pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan turun menjadi 0,30, yang berarti ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin mengecil.

Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, S.ST, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa penurunan ini tidak lepas dari intervensi yang menyasar kelompok-kelompok rentan.

“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, penurunannya hampir 2 persen poin. Ini kabar baik karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Gorontalo semakin kecil. Jumlah penduduk miskin juga terus menurun, dan ini sejalan dengan tujuan pembangunan SDGs, termasuk yang kita jalankan di daerah,” ujar Suparno di ruang kerjanya, Senin (24/11).

Suparno menambahkan bahwa struktur perekonomian Gorontalo yang lebih dari sepertiga penduduknya bekerja di sektor pertanian menjadikan sektor ini sebagai penyumbang terbesar angka kemiskinan.

“Karena itu, intervensi harus menyasar mereka yang bekerja di sektor pertanian. Selain itu, rumah tangga tidak produktif, kepala keluarga lanjut usia, dan rumah tangga dengan keterbatasan kemampuan dasar juga perlu mendapatkan perhatian khusus,” jelasnya.

Dengan tren penurunan yang cukup tajam ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimis dapat terus menekan angka kemiskinan pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan ketepatan sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Berita Terkait

Bupati Sofyan Puhi Terima Kunjungan Kerja Silaturahmi Anggota DPR RI Elnino Mohi
Sekda Sugondo : Pemkab Gorontalo Dorong Kepedulian terhadap Kesehatan Mental Lewat Navigasi Iman
Kegiatan Pembelajaran 2026 Resmi Dibuka Wabup Tonny Junus : Pemkab Gorontalo Perkuat Pendidikan Nonformal
Buka Seleksi Gala Siswa Indonesia 2026, Pemkab Gorontalo Jaring Bibit Pesepak Bola Muda
Bupati Sofyan Puhi Pastikan PPPK Paruh Waktu Tetap Bekerja, Gaji Dianggarkan Hingga 2027
Bupati Sofyan Puhi: PPPK Paruh Waktu Kini Dapat Perlindungan BPJS Kesehatan 
Apel Korpri Kabupaten Gorontalo Jadi Momentum Perkuat ASN, Keluarga, Anak dan Koperasi
Lantik Pj. Kades Botumoputi, Bupati Sofyan Puhi Ingatkan Kesiapan Pilkades 2027

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43

Bupati Sofyan Puhi Terima Kunjungan Kerja Silaturahmi Anggota DPR RI Elnino Mohi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:22

Sekda Sugondo : Pemkab Gorontalo Dorong Kepedulian terhadap Kesehatan Mental Lewat Navigasi Iman

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12

Kegiatan Pembelajaran 2026 Resmi Dibuka Wabup Tonny Junus : Pemkab Gorontalo Perkuat Pendidikan Nonformal

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:07

Buka Seleksi Gala Siswa Indonesia 2026, Pemkab Gorontalo Jaring Bibit Pesepak Bola Muda

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:51

Bupati Sofyan Puhi: PPPK Paruh Waktu Kini Dapat Perlindungan BPJS Kesehatan 

Berita Terbaru