Gorontalo.kuytanda.com |GORONTALO -Limboto– Sebuah operasi penyelamatan yang terstruktur terarah dan profesional terjadi di Danau Limboto pada Senin, 24 November 2025.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Gorontalo, TNI, Polri, dan Potensi SAR lainnya berhasil mengevakuasi seorang nelayan lokal yang perahunya terjebak di tengah hamparan eceng gondok yang sangat padat.
Korban, yang diidentifikasi bernama Bapak Rahman L. Kidam(60), warga Desa Hunggalua Kabupaten Gorontalo, dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Pagi setelah tak kunjung pulang dari menjaring ikan. Rahman biasanya balik dari menjala dan memancing ikan pada pukul 10.00 wita namun hingga sore hari pukul 16.45 wita belum juga kembali, akhirnya Sunarta Lagili melaporkan kejadian tersebut kepada basarnas Gorontalo untuk memohon bantuan SAR.
*Detik-detik Menegangkan Operasi Penyelamatan*
Kepala Basarnas Gorontalo, Bapak Herianto, S.Adm., menjelaskan bahwa tim SAR segera diterjunkan berselang 15 menit setelah menerima laporan kehilangan pada pukul 16.45 WITA. Pencarian terfokus diarea perairan yang di duga dilaporkan saksi saat bersamaan balik dari memancing.
Herianto juga menjelaskan pukul 17.36 wita Tim kami tiba di Lokasi langsung berkoordinasi dengan potensi SAR yang sudah standby di Lokasi dan menghubungi saksi yang bersamaan dengan korban, setelah itu Tim SAR Gabungan langsung turun menggunakan perahu karet. Pada saat itu proses entri perahu karet sangat sulit karna Lokasi sebagian telah tertutup oleh enceng gondok yang sangat padat namun di bersihkan Bersama – sama oleh tim SAR gabungan.
Di Tengah padatnya enceng gondok yang menutupi sebagian pinggiran di danau limboto, yang menyulitkan tim SAR gabungan dalam menemukan korban hingga pada pada pukul 18.30 wita korban di temukan terjebak di Tengah enceng gondok dalam keadaan selamat dan lemas, setelah itu korban di evakuasi menuju daratan di kelurahan hunggalua untuk mendapatkan bantuan medis.
Korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga danm Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing sebagai tanda berakhirnya Operasi SAR.
Tim Rescuer Basarnas Gorontalo yang bertugas saat itu menjelaskan “Kondisi di lapangan sangat menantang, enceng gondoknya sudah seperti daratan padat, menyulitkan perahu karet kami untuk bermanuver,” ujar rescuer Tim Bravo Basarnas Gorontalo.
Tim SAR Gabungan harus menggunakan teknik khusus, termasuk memotong jalan melalui rimbunnya eceng gondok secara manual dengan menarik tumbuhan itu, untuk mencapai lokasi perkiraan korban.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Gorontalo juga menghimbau dengan belajar dari beberapa kejadian yang terjadi di Danau Limboto kita harus memahami karakter danau limboto yang banyak dengan tumbuhan enceng gondok.
jika terjadi angin yang kencang atau cuaca yang buruk para nelayan harus menghindar dari tumbuhan ini agar tidak terseret hingga tumbuhan ini banyak dan terjebak di padatnya enceng gondok.”tutupnya***(red)









