Gorontalo.Kuytanda.com – Bone Bolango – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3APPKB) Kabupaten Bone Bolango menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dalam program pembinaan keluarga berencana di kecamatan Bulango Selatan, Jumat (04/7/2025).
Kegiatan yang digelar di aula kantor Desa Huntu Selatan ini bertemakan Peningkatan peran orangtua dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak serta pencegahan perkawinan anak. Adapun kegiatan pembinaan ini dihadiri Kepala bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) Oktavianita Helingo, Koordinator PKB balai KB kecamatan bulango selatan, serta kelompok Bina Keluarga Remaja.
Oktavianita Helingo dalam materinya, pembinanan kepada kelompok bina keluarga remaja untuk mendorong peran orang tua dan keluarga dalam pengasuhan anak demi perkembangan mereka secara optimal. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Bone Bolango dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan anak dan gizi. Dengan peran aktif seluruh elemen masyarakat, harapannya program ini dapat tercapai dengan baik.
Ia menjelaskan tentang pendidikan anak agar sesuai dengan harapan orang tua harus memberikan dukungan kepada anak, serta membantu meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Dengan memberikan pujian, dorongan, dan perhatian positif, orang tua dapat membantu anak merasa percaya diri dan termotivasi untuk mencapai kesuksesan akademik.
Oktavianita menekankan bagaimana pentingnya pengasuhan orangtua terhadap anak yang baik dan benar, dimana wajib memenuhi hak-hak dan melindungi anak.
“Sering marah-marah itu harus dihilangkan, kita harus menjadi perempuan-perempuan tangguh dalam mendidik anak,” pintanya.
Dirinya juga mengingatkan kepada orangtua yang menikahkan anaknya diusia dini bisa mendapat sanksi pidana 5 tahun penjara, sebagaimana tercantum dalam undang-undang perlindungan anak.
“Bagaimana orangtua itu bisa mencegah perkawinan di bawah umur yaitu dengan mengasuh anak-anak dengan benar. Hal ini juga merupakan amanah dari Tuhan agar bisa merawat dan mengasuh anak dengan baik,” ujarnya.
Orang tua didorong harus lebih memperhatikan anak mereka, memperbaiki komunikasi. Orang tua tidak hanya sekedar memberikan anak sebuah pakaian dan makanan saja tetapi juga perhatian, kasih sayang, rasa aman dan kepercayaan kepada anak.
Terakhir, ia mengapresiasi tim PLKB telah bekerja sama dengan dinas-dinas dan pemerintah desa yang tujuannya adalah mewujudkan orang tua yang bahagia.
“Bagaimana cara ibu bisa bahagia, pertama ibu-ibu harus mencintai diri sendiri dulu, setelah itu cintai suami dan anak-anak dan keluarga. Itu prinsip dalam rumah tangga,” pungkas Oktavianita. ( H.R )









