Gorontalo.Kuytanda.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3APPKB) Kabupaten Bone Bolango melaksanakan kegiatan penyuluhan program bangga kencana tahap 1 tingkat kecamatan Kabila pada Selasa (27/5/2025) kemarin.
Kegiatan ini digelar di Balai Penyuluh KB Kecamatan Kabila yang dihadiri Camat Kabila Rafiq Rahman, Kordinator Lapangan KB Yamin Karim, Elim Pakaya selaku fasilitator, serta kader-kader KB se-Kecamatan Kabila maupun masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Yamin Karim menjelaskan, penyuluhan Program Bangga Kencana merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat, tentang pentingnya keluarga berkualitas dan sehat. Program ini fokus pada pencegahan stunting, perencanaan keluarga, dan peningkatan kualitas hidup keluarga.
Yamin menyebut tim pendamping keluarga yang ada di Kecamatan Kabila terdiri dari 16 tim, dimana setiap desa itu, ada tiga tim sesuai jumlah penduduk desa maupun kelurahan. Tugas pendamping keluarga ini untuk mengajak keluarga yang belum melakukan program KB. Mereka petugas akan mengajak warga yang ingin ikut program KB untuk dilayani di Puskesmas.
“Alhamdulillah untuk kecamatan Kabila sudah mencapai 158,91 persen,” ujar Yamin.
Program Bangga Kencana ini dituntut untuk mampu memberikan pelayanan terbaik, yang profesional dan berorientasi pada hasil yang berdampak nyata bagi masyarakat. Keberadaan penyuluh-penyuluh dalam melaksanakan tugas di lapangan, baik PKB maupun Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), mereka bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Disisi lain, ia menyebut di Kecamatan Kabila sendiri ada 12 Desa/Kelurahan dan penduduknya berjumlah 3.599 jiwa. Kader KB diminta untuk melakukan pendataan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan jaminan kesehatan.
“Saya meminta kepada kader untuk mengecek kembali data nama-nama yang belum punya jaminan yang harusnya berhak menerima,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Camat Kabila Rafiq Rahman meminta para kader KB perlu data lengkap siapa masyarakat yang beresiko stunting di wilayahnya masing-masing. Serta harus berperan melakukan pendataan setiap bulan dan dibuat laporannya.
“Jadi dia harus tahu jumlah ibu hamil, berapa balita dan berapa Baduta, semua datanya harus ada. Supaya program ini tepat sasaran dan siapa yang berhak mendapat program ini. Termasuk masyarakat yang belum memiliki jamban, masih menumpang BAB di tetangga.
Meskipun honornya tidak seberapa, Camat mengingatkan kader punya tanggungjawab dan harus diseriusi. Sebab, petugas kader sangat dibutuhkan untuk penanganan stunting di setiap wilayah desa yang ada. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan program bangga bencana tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kepada instansi terkait yang terus berkomitmen untuk mengentaskan persoalan stunting di Bone Bolango, khususnya di wilayah Kecamatan Kabila.
Sementara itu, Elim Pakaya selaku fasilitator atau pemateri dalam penyuluhan tersebut menjelaskan, BKKBN Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan pemerintah Bone Bolango telah menjalankan 5 program quick win yaitu, Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting atau GENTING, Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Lansia Berdaya dan Supper Apps tentang Keluarga.
5 Program ini dapat meningkatkan peran Kemendukbangga/BKKBN dalam membantu mewujudkan visi dan misi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan dari desa.
Ia menjabarkan Genting adalah Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang manfaatnya dapat diterima balita berisiko stunting dengan mendapatkan bantuan dari orangtua asuh.
Kemudian, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang berupa Day Care Unggul yang berkolaborasi dengan lembaga pemerintah dan swasta, menyediakan pengasuh tersertifikasi, psikolog anak, dan dokter spesialis anak untuk memantau tumbuh kembang anak.
Gerakan Ayah Teladan (Gate), yaitu optimalisasi peran ayah untuk menjawab fenomena fatherless saat ini. Lalu AI Superapps tentang Keluarga yang terdiri dari konsultasi problematika keluarga, merawat anak oleh psikolog anak, konselor laktasi dan dokter spesialis anak, layanan a-z tentang kesejahteraan keluarga serta pendataan keluarga.
Terakhir Lansia Berdaya, yaitu menyediakan home care berbasis komunitas bagi orang tua yang tidak mendapatkan perawatan oleh anaknya, bantuan untuk lansia dan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan Rumah sakit tanpa rujukan, serta memberdayakan lansia sesuai dengan kapasitasnya. (Hikma)









