Jaga Kemurnian Tradisi, Bupati Sofyan Puhi Gembleng Pemangku Adat Lewat Bimtek ‘Pohutu Lo Adati’
Telaga, – Upaya merawat kelestarian dan keseragaman tata cara adat Gorontalo terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Pada Selasa (3/11/2026), Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) “Pohutu Lo Adati” bagi Buatulo Toulongo (pemangku dan pelaksana adat) di Aula Kantor Desa Hulawa, Kecamatan Telaga.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, serta para tokoh adat setempat. Tujuannya satu: menyamakan persepsi agar tata upacara kebesaran adat di seluruh pelosok Kabupaten Gorontalo tetap seragam dan tidak melenceng dari pakem yang ada.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa forum ini murni bimbingan teknis, bukan ajang perdebatan layaknya seminar. Seluruh materi wajib merujuk secara ketat pada hasil Seminar Adat Gorontalo tahun 2007 yang telah disepakati sebagai pedoman baku pemerintahan.
“Pedoman hasil seminar 2007 ini adalah pegangan utama kita. Memang belum sempurna, tapi inilah acuan bersama untuk menjaga keseragaman praktik adat. Ke depan, tentu selalu ada ruang untuk penyempurnaan menyesuaikan dengan dinamika zaman,” tegas Sofyan.
Isu regenerasi pemahaman adat juga menjadi sorotan utama. Sofyan mengungkapkan, dari 211 peserta yang merumuskan pedoman pada 2007 silam, banyak yang telah berpulang. Jika transfer pengetahuan tidak segera dilakukan melalui Bimtek, perbedaan tafsir dan praktik Pohutu Lo Adati di lapangan sangat rentan terjadi dan memicu kebingungan di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Bupati kembali mengingatkan ruh utama budaya Gorontalo yang tak bisa dipisahkan dari agama, yakni tegak lurus pada falsafah Adati Hula-hula’a To Syara’a, Syara’a Hula-hula’a To Kitabullah (Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah).
“Setiap pelaksanaan upacara kebesaran adat harus selalu menjunjung tinggi dan tidak boleh terlepas dari nilai-nilai syariat Islam,” pungkasnya.













