Gorontalo.kuytanda.com |Limboto – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama jajaran aparat keamanan memperkuat kesiapsiagaan guna memastikan keamanan arus mudik dan perayaan Lebaran tahun 2026.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Otanaha 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (13/03/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, dan dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gorontalo.
Sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan, pimpinan apel melakukan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Prosesi ini menjadi simbol kesiapan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan. Ia menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan nyaman.
“Operasi ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pemudik dan warga yang merayakan Lebaran di Kabupaten Gorontalo,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri menjelaskan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama operasi pengamanan berlangsung.
“Apel ini sekaligus menjadi wujud komitmen serta sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, tertib, nyaman, dan lancar,” ungkapnya.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 402 personel dikerahkan untuk mengamankan wilayah Kabupaten Gorontalo. Dari jumlah tersebut, 210 personel berasal dari Polri, sementara sisanya merupakan personel gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Secara nasional, Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat 2026” dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idulfitri di seluruh Indonesia.









