Gorontalo.kuytanda.com|LIMBOTO, Diskominfo – Kabupaten Gorontalo semakin memantapkan langkah sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Idha W. Arsanti, dalam kunjungan lapangan peninjauan lokasi pelaksanaan Penas, Rabu (28/1/2026).
Peninjauan dilakukan di sejumlah titik strategis yang akan menjadi pusat kegiatan Penas, di antaranya Panggung Utama VIP GOR David–Tonny, kawasan Taman Budaya, stadion, venue indoor pertemuan, rumah adat Limboto, hingga area pameran produk unggulan daerah.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan dukungan penuh dan siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Gorontalo demi suksesnya agenda nasional tersebut.
“Penas ini bukan sekadar agenda nasional, tetapi momentum strategis bagi Kabupaten Gorontalo untuk menunjukkan kesiapan daerah, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi petani, nelayan, dan masyarakat luas,” ujar Bupati Sofyan Puhi.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Dr. Idha W. Arsanti menyampaikan apresiasi tinggi atas kesiapan daerah. Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan Kabupaten Gorontalo sangat layak dan siap menjadi tuan rumah Penas XVII Tahun 2026.
“Kami sudah meninjau seluruh titik lokasi, mulai dari tempat pembukaan dan penutupan, venue indoor untuk pertemuan, stadion, hingga kawasan pameran. Semua lokasi berdekatan dan terintegrasi dengan baik. Pemerintah daerah sangat siap,” ungkap Dr. Idha.
Ia menambahkan, kawasan Rumah Adat Limboto akan menjadi panggung seni dan budaya, termasuk pagelaran adat dan kuliner khas seperti koteg, serta pameran produk lokal yang nantinya menjadi oleh-oleh peserta Penas dari seluruh Indonesia.
“Pemerintah pusat sangat mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan khususnya Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah. Dukungan anggaran sedang dikoordinasikan, dan tentu pelibatan sektor swasta juga penting karena Penas merupakan ajang unjuk teknologi pertanian untuk mendukung swasembada pangan,” lanjutnya.
Dr. Idha juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian berupaya menghadirkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada pembukaan Penas XVII, sejalan dengan fokus nasional pada swasembada pangan.
“Fokus Presiden sangat kuat pada sektor pertanian. Jika beliau hadir pada pembukaan Penas, ini akan menjadi momentum yang sangat bermakna bagi seluruh pelaku pertanian di Indonesia,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyambut baik kehadiran pemerintah pusat dan memastikan kesiapan daerah terus dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat bawah.
“Semua sudah kita lihat bersama, mulai dari venue utama, sekretariat, hingga homestay. Secara umum dinilai baik, tinggal memperkuat koordinasi. Besok kami akan menggelar rapat dengan lima kecamatan untuk memastikan kesiapan hingga ke desa,” tegasnya
Bupati Sofyan juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan sekitar 6.500 rumah warga sebagai homestay yang tersebar di kecamatan-kecamatan terdekat dengan lokasi Penas, guna menampung sekitar 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
“Kami mengajak masyarakat untuk menerima tamu dengan baik. Empat bulan ke depan menjadi waktu untuk berbenah, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Ini adalah berkah besar, karena puluhan ribu tamu akan berbelanja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Bayangkan jika satu orang saja berbelanja satu juta rupiah,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Kabupaten Gorontalo optimistis Penas XVII Tahun 2026 akan menjadi ajang sukses, berkesan, dan memberi dampak ekonomi serta kemajuan sektor pertanian bagi daerah dan nasional









