Kuytanda.com | GORONTALO– setiap tahunnya jemaah masjid Sabililhuda bersama masyarakat setelah melaksanakan ibadah puasa 1446 H, melakukan halal Bi halal untuk mempererat silaturrahmi dengan seluruh masyarakat Tamalate di masjid Sabililhuda boki owutango.
Masjid Sabililhuda boki owutango adalah salah satu masjid bersejarah dan salah satu bukti kejayaan Islam di provinsi Gorontalo bagaimana tidak di masjid tersebut terukir nama seorang perempuan “BOKI OWUTANGO”, ini menjadi menarik, sebab adanya nama Owutango di masjid bersejarah, seakan mengabarkan kepada kita bahwa, dalam perkembangan Islam di Gorontalo ada andil sosok perempuan yang namanya terukir di masjid itu.
Putri Owutango adalah seorang perempuan yang pada masanya, abad ke-16 M, berkuasa di Tamalate. Oleh karena itu, tidak heran jika namanya terabadikan di Masjid Sabilulhuda Tamalate
Menurut, Dr. Abdurahman Adi Saputra, M.HI ketua LPU dan Akademisi dosen IAIN SULTAN AMAI GORONTALO, masjid Sabililhuda ini merupakan salah satu masjid yang awal mula berkembang dan tersebarnya agama Islam di bumi hulondhalo.
karena masjid ini sudah berusia 500 tahun Masehi dan sampai sekarang masjid Sabililhuda itu sudah sejak dulu dan sampai sekarang nampak keberkahan dan sudah bisa di rasakan oleh masyarakat setempat,”ucapnya
Senada juga yang disampaikan rustam Yahya S.Pd selaku ketua badan tamirul masjid Sabililhuda, ia menyampaikan bahwa badan tamirul masjid melakukan berbagai kegiatan religi demi memakmurkan masjid, seperti melakukan kajian setiap subhu dan melakukan pelatihan Khotib/imam.
Dan mereka bekerja sama dengan lembaga pengabdian ummat (LPU) yang juga aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat seperti melakukan bedah rumah bagi jemaah yang kurang mampu dan melakukan sedekah subuh setiap harinya serta memberikan bantuan sembako bagi masyarakat masjid yang kurang mampu,”bebernya
Dengan adanya halal Bi halal dan dzikir dan doa dan memperingati 500 tahun berdirinya masjid Sabililhuda, ketua tamirul masjid berharap agar masyarakat provinsi Gorontalob dan masyarakat sekitar lebih mengenal lagi sejarah kebudayaan dan berkembangnya agama Islam di provinsi Gorontalo.
Dan tentu momen ini di isi dengan beberapa kegiatan seperti iringan sholawatan bersama ibu-ibu dari masjid Sabililhuda dan dari koko’o (bangun sahur tamalate) serta dari pemerintah setempat ikut andil dalam acara tersebut.”sambungya
Harapannya, kegiatan seperti ini bisa di buat lebih meriah lagi dan bisa terkespos ke dunia luar dan bisa menjadi kegiatan religi bagi masyarakat kota Gorontalo dan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi ummat Islam dan sekitarnya, aamiin.”tutupnya***(Akbar)









